SOAL + JAWABAN BAHASA INDONESIA KELAS 5 SEMESTER 2

A. Pilihlah salah satu jawaban yang benar dengan cara memberi  tanda silang (X) pada huruf a, b, c, atau d!

Bacaan untuk nomor 1 sampai dengan nomor 5

Bangun Timmy

Suatu pagi yang cerah, terdengar jam berbunyi. Tik, tok, bong! Matahari mulai bersinar. Angin bertiup sepoi-sepoi. Kucing dan anjing mulai berkejar-kejaran. Jam menunjukkan pukul delapan.

“Bangun! Bangun! Bangun!” teriak si jam. Timmy tetap tidur. Sinar matahari yang hangat menembus masuk melalui jendela. Dia menari di atas hidung Timmy. Matahari berkata, “Bangun, Timmy! Lihatlah matahari! Saatnya bangun dan berbahagia!” Namun Timmy tetap saja tidur.

Angin sepoi-sepoi menari ke sana kemari. Ia berbisik di telinga Timmy, “Timmy, ini saatnya bangun dan mulai bermain!” Tapi Timmy tetap saja tidur. Burung cokelat hinggap di jendela, “Timmy, Timmy, sudah siang! Semua cacing telah meninggalkan liangnya!” teriaknya. Timmy tetap tidur.

Dikutip dari: “Wake Up, Timmy”, terjemahan Gita Ayu Dewata Rochmawati

dalam Bobo No. 17/XXXI/2003

1. Tokoh bacaan di atas adalah

        a. Matahari                                 c. Timmy                                    b. Tommy                                  d. Burung cokelat

2. Cerita di atas terjadi di

        a. ruang mandi                          b. ruang belajar                      c. ruang makan                       d. ruang tidur

3. Cerita diatas terjadi pada

        a. pukul tujuh pagi                   b. pukul delapan pagi           c. pukul sembilan pagi          d. pukul delapan malam

4. Yang berbicara pada bacaan tersebut adalah

        a. jam, matahari, angin, dan cacing                                    b. jam, matahari, angin, dan Timmy

        c. jam, Timmy, matahari, dan burung cokelat                    d. jam, matahari, angin, dan b

Continue reading

MATERI ILMU PENGETAHUAN SOSIAL KELAS 5 SEMESTER 2

PERJUANGAN PARA TOKOH DAERAH DALAM MELAWAN PENJAJAH
A. PENJAJAHAN BELANDA DI INDONESIA
1. Jatuhnya Daerah-Daerah di Wilayah Nusantara ke dalam Kekuasaan  
    Pemerintah Belanda
            Sebelum dijajah bangsa asing , Indonesia terdiri atas beberapa kerajaan yang merdeka. Diantara kerajaan-kerajaan itu ada yang kekuasaannya meliputi seluruh Nusantara , seperti kerajaan Sriwijaya dan Majapahit.
            Kekayaan hasil alam Indonesia berupa rempah-rempah menarik bangsa asing untuk datang ke Indonesia. Seperti Portugis, Spanyol, Inggris, Belanda, dan Jepang.
Portugis merupakan bangsa asing yang pertama masuk ke Indonesia . Mereka mendarat di kepulauan Maluku yang kaya rempah-rempah pada tahun 1511 dan akhirnya menguasai perdagangan di Pulau tersebut. Tak lama kemudian Bangsa Spanyol juga datang ke Maluku pada tahun 1521.
            Tahun 1596 , Belanda datang ke Indonesia , dipimpin oleh Cornelis de Houtman. Mendarat di Kepulauan Banten, Jawa Barat. Mereka ingin menguasai perdagangan di tanah air kita. Kemudian Belanda mendirikan perkumpulan dagang yang disebut VOC ( Vereenigde Oost Indische Compagnie ) atau Perserikatan Dagang Hindia Timur.
Dari Banten, Belanda terus berusaha untuk meluaskan kekuasaannya sehingga berhasil menguasai Nusantara. Dengan cara menghasut dan memfitnah , bangsa Belanda dengan mudah berhasil mewujudkan keinginannya untuk menguasai wilayah Nusantara. Politik adu domba dijalankan oleh Belanda dengan memanfaatkan para raja dan pembantu dekat raja , sehingga terjadi konflik diantara mereka. Mereka juga tergiur dengan iming-iming harta dari kaum penjajah, tanpa menyadari bahwa kedatangan mereka tersebut akan menyengsarakan rakyatnya.
            2. Sistem Kerja Paksa dan Penarikan Pajak Yang Memberatkan Rakyat
            Kerja paksa pada masa penjajahan Belanda disebut Kerja Rodi. Rakyat Indonesia dipaksa bekerja Untuk membuat jalan raya dari Anyer sampai Panarukan tanpa mendapatkan upah. Proyek pembangunan jalan sepanjang 1000 km yang terbentang dari ujung Jawa Barat sampai Jawa Timur itu dipimpin oleh seorang Jendral Belanda yang bernama Daendels. Itulah sebab mengapa jalan tersebut di sebut dengan Jalan Daendels. Selama pembangunan jalan, banyak korban yang mati karena kelaparan , kehausan, atau karena dicambuk. Selain itu masih banyak kerja paksa yang dilakukan oleh Belanda, seperti membangun jembatan, menebang kayu dan pembuatan tempat-tempat pertahanan yang semuanya itu adalah untuk kepentingan penjajahan Belanda.

Materi IPA Kelas 5 Semester 2

Hubungan Antara Gaya, Gerak, dan Energi, serta Fungsinya

A.Memahami hubungan antara gaya, gerak, dan energi, serta fungsinya
1.Mendeskripsikan hubungan antara gaya, gerak dan energi melalui percobaan (gaya gravitasi, gaya gesek, gaya magnet)
a.Pengertian Gaya Gravitasi
Gaya Gravitasi adalah gaya tarik menarik antar partikel yang ada di alam semesta. Jika tidak ada gaya gravitasi di Bumi ini, maka semua benda akan melayang-layang di udara.
b.Pengertian Gaya Gesek
Gaya Gesek adalah gaya yang menimbulkan hambatan ketika dua permukaan saling bersentuhan.
Keuntungan dan kerugian gaya gesek:
1)Keuntungan gaya gesek
a)Membantu benda bergerak tanpa tergelincir
b)Menghentikan benda yang sedang bergerak
2)Kerugian gaya gesek
a)Menghambat gerakan
b)Menyebabkan aus
Memperbesar dan memperkecil gaya gesek:
1)Contoh memperbesar gaya gesek:
Memasang pul pada sepatu sepak bola, agar dapat digunakan pada lapangan rumput,
Pembuatan alur-alur pada ban kendaraan,
Pemasangan rem pada roda kendaraan, dll.
2)Contoh memperkecil gaya gesek:
Memberikan pelumas pada rantai kendaraan,
Memasang roda pada gerobak,
Memasang kayu gelondongan di bawah benda, agar dapat bergerak dengan lebih lancar, dll.
c.Pengertian Gaya Magnet
1)Benda Magnetis dan Non-magnetis
Benda magnetis adalah benda-benda yang dapat ditarik oleh magnet, misalnya: besi, baja, aluminium, dll.
Benda Non-magnetis adalah benda-benda yang tidak dapat ditarik oleh magnet, misalnya: plastik, kayu, kaca, kain, karet, dll.
2)Menunjukkan kekuatan gaya magnet
a)Garis gaya magnet Continue reading

Materi PKN SD Kelas 5 semester 1

Hakikat Negara Kesatuan Republik Indonesia

           Diri kita adalah manusia ciptaan Tuhan Yang Maha Esa dengan derajat paling tinggi antara ciptaan-ciptaan yang lainnya. Sebagai makhluk individu, manusia memerlukan pola tingkah laku yang bukan merupakan tindakan insting atau naluri belaka.

           Selain itu, manusia adalah zoom politicon atau makhluk yang pada dasarnya selalu ingin bergaul dan berkumpul dengan manusia lainnya. Didalam kehidupannya, manusia tidak hidup dalam kesendirian. Manusia memliki keinginan untuk bersosialisasi dengan sesama.Oleh karena itu, setiap individu merupakan bagian dari lingkungan social yang lebih luas, secara berturut-turut lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, lingkungan bangsa dan lingkungan negara.                                                                           

a)    Arti Bangsa

            Pengertian bangsa adalah sekelompok manusia yang dipersatukan karena memiliki perasamaan sejarah dan cita-cita yang mana mereka terikat didalam satu tanah air, memiliki keinginan atau hasrat untuk bersatu dengan didorong oleh kesamaan sejarah dan cita-cita maka terbentuklah bangsa dari rakyat.

Ada beberapa pengertian bangsa menurut para ahli:

          Suryono Sukanto, bangsa diartikan sebagai:

1.      Unit yang mandiri

2.      Sekelompok territorial dengan hak kewarganegaaraan yang sama, serta memiliki karakteristik yang sama Continue reading

Materi Bahasa Indonesia, kelas 5, semester 2, materi sinonim, antonim, awalan ber-, imbuhan me-, sisipan -em, -er

1. Mengartikan dan Menggunakan Kata

a. Sinonim atau padan kata

Contoh:- kumuh = kotor            = Kebanyakan para pemulung bertempat tinggal di daerah kumuh.

– bencana = musibah      = Musibah banjir sekarang sudah berlalu.

b. Antonim atau lawan kata

Contoh:- tandus >< subur          =Karena erosi tanah yang subur menjadi tandus.

– lancar >< terhambat    =Setelah saluran diperbaiki, air yang terhambat menjadi lancar.

 

2. Membentuk Kalimat dengan Kata Berimbuhan

a. Kata berawalan ber-

Contoh:- ber + main : bermain _ Anak-anak bermain kucingkucingan.

– ber + kerja : bekerja _ Agar sukses harus rajin bekerja.

– ber + ajar : belajar _ Belajarlah dengan tekun!

b. Kata berimbuhan me-

Contoh:- me + atur : mengatur _ Anak-anak sedang mengatur meja di dalam kelas.

– me + sapu : menyapu _ Tiara menyapu halaman.

– me + pupuk : memupuk_Petani memupuk tanamannya.

c. Kata bersisipan -em, -er

Contoh:- em + gulung : gemulung _ Awan putih tampak gulunggemulung.

– em + getar : gemetar _ Badanku gemetar karena kedinginan.

– er + gigi : gerigi _ Gerigi mesin itu rusak karena tidak dirawat.

 

3. Arti Awalan ber .

a. Berarti memakai

Contoh:- Yang berbaju merah itu adikku.

b. Berarti mengendarai

Contoh:- Paman berkuda mengelilingi kebun teh.

– Kakek dan Nenek berkereta ke Bandung.

c. Berarti melakukan

Contoh:- Guru-guru SD sekecamatan bertamasya.

– Anak-anak bernyanyi bersama ketika akan pulang sekolah.

 Sumber: http://phranie-edu.blogspot.com/2012/03/sinonim-antonim-awalan-ber-imbuhan-me.html

MATERI MATEMATIKA SD KELAS 5 SEMESTER 1 MENGGUNAKAN FAKTOR PRIMA untuk MENENTUKAN KPK dan FPB

FAKTOR PERSEKUTUAN TERBESAR (FPB)

FPB merupakan faktor paling besar dari gabungan beberapa bilangan

Cara mencari FPB Menggunakan Himpunan Faktor Persekutuan

Contoh

Tentukan FPB dari bilangan 18 dan 24

Faktor 18  =  {1, 2, 3, 6, 9, 18}

Faktor 24  =  {1, 2, 3, 4, 6, 8, 12, 24}

Faktor persekutuan dari 18 dan 24 =  { 1, 2, 3, 6}

FPB dari 18 dan 24 =  6

Tentukan FPB dari bilangan 75 dan 120

Faktor 75  =  {1, 3, 5, 15, 25, 75}

Faktor 120  =  {1, 2, 3, 4, 5, 6, 8, 10, 12, 15, 20, 24, 30, 40, 60, 120}

Faktor persekutuan dari 75 dan 120  =  {1, 3, 4, 15}

FPB dari 75 dan 120  =  15

Tentukan FPB dari bilangan 36, 48 dan 72

Faktor 36  =  {1, 2, 3, 4, 6, 9, 12, 18, 36}

Faktor 48  =  {1, 2, 3, 4, 6, 8, 12, 16,24, 48}

Faktor 72  =  {1, 2, 3, 4, 6, 8, 9, 12, 18, 24, 36, 72}

Faktor persekutuan dari 36 dan 48  =  {1, 2, 3, 4, 6, 12}

FPB dari 36 dan 48  =  12

Menggunakan Pohon Faktor

  • Buatlah pohon faktor dari kedua bilangan yang dicari FPB-nya.
  • Tulis faktorisasi primanya.
  • Pilihlah bilangan pokok yang sama pada kedua faktorisasi prima.
  • Jika bilangan tersebut memiliki pangkat yang berbeda, ambillah bilangan prima dengan pangkat yang terendah.

Contoh

fpb

  • 2 dan 5 adalah bilangan prima yang sama-sama terdapat faktorisasi prima kedua pohon faktor.
  • Pangkat terendah dari 2 adalah 1.
  • Pangkat terendah dari 5 adalah 1.
  • Maka FPB =  2 X 5  =  10

Continue reading

SOAL + KUNCI JAWABAN BAHASA INDONESIA KELAS 5 (V-LIMA) SD SEMESTER 2

1.Cuaca buruk menyebabkan terhambatnya distribusi barang-barang ke pulau sumatra. Kapal-kapal feri tidak beroperasi karena tinggi ombak di selat sunda. Akibatnya puluhan truk mengantre di pelabuhan merak. Hal tersebut cukup merugikan produsen, distributor dan konsumen.
Pikiran pokok dari paragraf diatas adalah……….
a.Cuaca buruk menghambat distribusi barang
b.Banyaknya antrian truk di pelabuhan
c.Ombak tinggi di selat sunda
d.Cuaca buruk merugikan produsen

2.Karena tingginya ombak di selat sunda.
Pertanyaan yang tepat untuk jawaban diatas adalah…………….
a.Apa akibat kapal tidak beroperasi?
b.Mengapa kapal-kapal feri tidak beroperasi?
c.Bagaimana keadaan ombak di selat sunda?
d.Dimana ombak berada?

3.Persoalan : Saat ini banyak para siswa yang kurang tanggap menjaga kebersihan, akibatnya banyak sampah dimana-mana.
Tanggapan untuk persoalan diatas adalah……..
a.Sebaiknya para siswa tidak membawa uang ke sekolah
b.Sebaiknya tukang kebun piket setiap hari karena itu tugasnya
c.Se baiknya jika para siswa itu membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya dan itu tanggung jawab bersama
d.Sebaiknya  petugas piket yang bertanggung jawab menjaga kebersihan

4.Pada zaman dahulu, di Bali ada sebuah kerajaan bernama Soma Kencana. Suatu saat Raja bingung dengan ulah si burung. Burung itu suka merusak tanaman istana. Akhirnya sang raja membuat pengumuman, siapa yang berhasil menagkap burung ituakan di beri jabatan di istana. Akhirnya seekor tikus berhasil menangkap burung itu dengan cepat.
Tokoh daalm cerita diatas adalah………………
a.Tikus

b. Burung                                                                               

c. Raja                                                                                                            

d. Tikus, burung, dan raja

Continue reading