Pendidikan Berkarakter Memerlukan Guru Berkarakter

Pendidikan karakter kini menjadi isu hangat dalam dunia pendidikan kita. Sayangnya, pendidikan kita selama ini hanya mengejar target-target angka-angka, seperti hasil ujian nasional, jumlah yang diterima diperguruan tinggi negeri , hasil akreditasi dan sebagainya. Hal-hal yang berkaitan dengan karakter sepertinya kurang mendapat perhatian serius. Pada sekolah-sekolah yang mengusung konsep pendidikan berkarakter saja hasilnya tidak sesuai yang diharapkan. Masih banyak siswa-siswi kita yang sering menyontek, bergaul semaunya, yang lebih parahnya lagi siswa-siswi kita yang ikut tawuran apalagi sampai menyimpan gambar-gambar porno juga menonton videonya. Menyedihkan sekali apabila ini terjadi pada anak didik kita sebagai agen perubahan bangsa.

Sebagai isu hangat tentang pendidikan karakter maka setiap Administrasi gurupun harus di masukkan konsep pendidikan berkarakter ini. Dari silabus, RPP, PROTA, prosem dan sebagainya. Akhirnya guru sibuk dengan administrasi sekolah. Bukan dengan siswa-siswinya. Pendidikan karakter tidak cukup hanya pengenalan nilai secara kognitif saja, tetapi harus dibarengi dengan penghayatan nilai secara afektif. Dan akhirnya pengamalan nilai secara nyata di luar sekolah. Saya mengamati hal ini bahwasannya pendidikan berkarakter tidak akan berhasil ketika sang guru tidak berkarakter. Guru yang memiliki sifat positif terhadap siswa. Yang tidak saja mengajarkan pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai yang terkandung dalam pengetahuan yang dia ajarkan disekolah.

Sebagai contoh misalnya, Guru mengajarkan makan dan minum tidak boleh berdiri, tatapi gurunya sendiri makan dan minum sambil berdiri, guru mengajarkan jangan menyontek, tetapi gurunya sendiri menyontek bila ada ujian kompetensi, guru mengajarkan kejujuran, tetapi gurunya sendiri suka berbohong. Saya pernah baca dibeberapa artikel, tapi saya lupa dimana, tentang kejujuran ini. Ada seorang guru yang berbohong menuduh siswanya mencuri pada saat ulangtahun siswanya itu. Ini dilakukan di sekolah dan disepakati oleh guru dan teman-temannya. Alasannya untuk memberi kejutan di hari ulangtahun siswanya itu. Namun ternyata yang didapat adalah siswanya langsung masuk rumah sakit karena jantungan mendengar tuduhan guru dan teman-temannya itu..Ironis sekali seorang guru bisa seperti ini. Apakah ada metode pembelajaran seperti itu???? Tentu tidak ada.

Menurut saya karena pendidikan karakter merupakan system penanaman nilai, maka semua elemen tidak hanya kurikulum, proses pembelajaran, administrasi guru yang memasukkan pendidikan berkarakter saja yang ikut dalam pengamalan pendidikan berkarakter ini. Namun orangtua,  masyarakat dan lingkungan juga harus membantu mewujudkan pendidikan berkarakter ini. Agar anak-anak bangsa ini menjadi anak-anak yang cerdas dan sholeh. Tentunya disitu ada anak-anak kita yang menjadi baik, cerdas dan sholeh…Pasti mau dong, anak-anak kita jadi anak yang cerdas dan sholeh. So Pasti…. gurunya juga harus cerdas dan soleh.

Sumber: http://edukasi.kompasiana.com/2012/05/23/pendidikan-berkarakter-memerlukan-guru-berkarakter-465144.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s