Air Mata yang Tak Terbeli

Kemarin lalu kau terlahir dalam lemah

Tanpa sedikit pun kuasa

Hanya bekal cinta dan airmata yang kau bawa

Sebagai senjata untuk melawan kekejaman dunia

Kini kau sudah harus belajar menari

Setelah semalam kau terjatuh dalam kehampaan jiwa

Lelahmu adalah bagian dari nafasmu

Tertinggal di masa remajamu

Dan perlahan kau coba mengguratkan sebuah syair

Untuk melukiskan wajah ceriamu pada sang bintang

Dengan di tuntun oleh jemari mungil itu

Meski luka dan perih yang kau rasa

Tapi tetap kau mencoba untuk bisa tersenyum dalam kelemahanmu

Dan kini bait bait kehidupan itu terputus

Kau pun menangis

Lalu kau tawarkan kepadaku untaian kata yang hilang itu

Agar dapat ku tiupkan satu nafas kehidupan

Agar dapat ku janjikan satu pengharapan

Meski aku sendiri adalah manusia malam

Yang masih meraba raba dalam kehidupan

Yang tak pernah merasakan istirahat malam

Tapi di dalam hati ini hanya bisa ku haturkan sebuah do`a untukmu

Agar tuhan memberikan sekuntum bunga rindu pada kasih kecilku ini

Dan di relung hatimu tersimpan pesona bidadari bidadari yang bernyanyi

Tempat bersandar segala penatmu

Untuk kau petik dawai dawai bahagia

Dan agar kau tahu tentang arti airmata yang sesungguhnya

Tersenyumlah peri kecilku

Karena hari tak selamanya gelap

Esok masih ada matahari pagi yang akan menghangati

Setelah malam ini kau diselimuti oleh dingin

Genggam erat hati ini

Jangan pernah ragu untuk melangkahkan kaki

Meski antara kau dan mimpi masih tersenyum ragu

Apakah kau akan menyatu dalam satu kerinduan di hari itu

 

Wahai tuhan, ajarilah kami untuk merangkai mimpi mimpi

Mimpi mimpi yang tak kan pernah terbeli oleh benci

Mimpi mimpi yang akan menebarkan aroma wangi

Mimpi mimpi yang membangunkan jiwa jiwa yang telah lama mati

Mimpi mimpi yang mengguncangkan istana syurgawi

Dekaplah kami jika takut menghampiri

Karena kami hanyalah hambamu yang sering lupa diri

Tapi kami yakin, jika benar itu ada

Suatu saat mata kami pasti bisa memahami

Dan biarlah kini dia sejenak beristirahat

Terbuai oleh kehangatan inspirasi simphoni nurani

Amiiin!

 

 

Syair ini kupersembahkan untuk jiwa jiwa yang terluka oleh realita

Untuk airmata yang mengalir karena kecewa

Dan akan menjadi kitab suci bagi mereka yang telah kehilangan asa

Juga bagi dia yang kini belajar menari

Di dunia mimpi yang pasti

Salam merdu keindahanmu kurindu

 

By. Anshorihoja

Sumber: http://achmadiikhwan.blogspot.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s